Recent News
Read the latest news and stories.

Kantor Open Space: Kenali Pengertian, Ciri, Kelebihan, dan Contohnya
Open space adalah konsep kantor dengan ruang kerja terbuka yang minim pembatas. Selain menciptakan kesan lebih lapang, konsep ini juga mendukung interaksi antar karyawan.
Untuk menerapkannya, sekat-sekat dapat dikurangi dan meja kerja ditata dalam satu area terbuka. Penataan ruang tetap perlu memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan kerja.
Tertarik untuk membuatnya? Sebelum mulai, kenali dulu apa sebenarnya kantor open space, termasuk ciri, kelebihan, kekurangan, dan contohnya.
Apa Itu Kantor Open Space?
Kantor dengan konsep open space artinya memiliki ruang kerja terbuka yang minim penggunaan sekat permanen. Karyawan pun dapat bekerja dalam satu area yang sama.
Berkat konsep kantor open space inilah, ruangan terasa lebih luas dan fleksibel. Komunikasi serta kolaborasi antar karyawan jadi lebih mudah.
Tujuannya bukan hanya menghemat ruang, tetapi juga mendukung interaksi dan fleksibilitas kerja. Inilah mengapa, tata letak harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Meski minim sekat, bukan berarti seluruh ruangan harus terbuka. Meeting room, ruang privat, dan phone booth tetap harus dibuat terpisah sesuai kebutuhan.
Ciri-Cirinya
Ada beberapa ciri dari kantor desain open space yang membedakannya dengan konsep kantor konvensional. Cirinya terlihat dari:
1.Minim Sekat Antar Area Kerja
Area kerja pada open space office biasanya tidak banyak dibatasi dinding atau sekat permanen. Meja kerja dapat ditempatkan dalam satu ruang terbuka.
2.Menggunakan Area Kerja Bersama
Pegawai bekerja dalam satu area yang sama tanpa ruangan khusus untuk setiap orang atau divisi. Penataan ini membuat penggunaan ruang menjadi lebih fleksibel.
3.Komunikasi Antar Pegawai Lebih Terbuka
Tanpa banyak pembatas, pegawai dapat berkomunikasi dengan lebih mudah. Hal ini juga dapat mendukung koordinasi dan kerja sama dalam tim.
4Layout Mudah Disesuaikan
Tata letak ruang dan perabotan lebih mudah diubah sesuai kebutuhan. Meja dan area kerja dapat dipindahkan ketika jumlah pegawai atau kebutuhan ruang berubah.
5.Memiliki Area Kolaborasi
Kantor konsep ini umumnya menyediakan area khusus untuk berdiskusi atau bekerja bersama. Area ini dapat berupa meja bersama, lounge, atau ruang kolaborasi.
Kelebihan Kantor Open Space
Cukup banyak keuntungan yang ditawarkan kantor dengan konsep open space, khususnya untuk pemakaian ruang dan interaksi antar pegawai, seperti:
1.Memudahkan Komunikasi
Tidak perlu banyak sekat, pegawai dapat berkomunikasi dengan lebih mudah. Koordinasi pun bisa dilakukan tanpa harus berpindah ruangan.
2.Mendukung Kolaborasi
Area kerja bersama membuat pegawai lebih mudah berdiskusi dan bertukar ide. Hal ini dapat mendukung kerja sama dalam tim lebih solid.
3.Menghemat Penggunaan Ruang
Minimnya sekat membuat ruang dapat digunakan secara lebih efisien. Satu area juga bisa menampung lebih banyak pegawai.
4.Layout Lebih Fleksibel
Meja dan area kerja dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Perubahan tata letak pun lebih mudah dilakukan kapan saja diperlukan atau saat ingin berganti suasana.
5.Membuat Kantor Terasa Lebih Luas
Tanpa banyak dinding dan sekat, pandangan ruangan menjadi lebih terbuka. Kantor pun dapat terasa lebih lega dan lapang.
Kekurangan Kantor Open Space
Meski memiliki banyak kelebihan, kantor open space juga memiliki beberapa kekurangan. Terutama yang berkaitan dengan kenyamanan, privasi, dan fokus saat bekerja.
1.Lebih Mudah Bising
Aktivitas dan percakapan dalam satu ruangan dapat menimbulkan suara yang cukup ramai. Kondisi ini bisa saja mengganggu kenyamanan saat bekerja.
2.Privasi Lebih Terbatas
Minimnya sekat membuat ruang pribadi menjadi lebih terbatas. Percakapan atau aktivitas kerja juga lebih mudah terlihat oleh pegawai lain.
3.Konsentrasi Dapat Terganggu
Suara, pergerakan, atau aktivitas di sekitar meja kerja dapat menjadi distraksi. Akibatnya, pegawai bisa lebih sulit mempertahankan fokus.
4.Tidak Cocok Untuk Semua Jenis Pekerjaan
Beberapa pekerjaan membutuhkan suasana yang tenang dan privasi lebih tinggi. Untuk jenis pekerjaan tersebut, ruang terbuka mungkin kurang sesuai.
Contoh Penerapan Kantor Open Space
Hasil Pengerjaan Jasa Design ruangan kantor & pembuatan furniture, di Intrepid, Menara Prima, Kuningan, Jakarta Selatan
Penerapan konsep open space pada kantor bisa dilakukan dengan berbagai cara menyesuaikan dengan kebutuhan serta aktivitas pegawai. Berikut contoh penataannya:
1.Area Workstation Bersama
Meja kerja digunakan bersama dalam satu ruang terbuka. Penataan ini membuat penggunaan ruang lebih efisien dan fleksibel.
2.Meja Kerja Berdasarkan Divisi
Meja kerja ditata berdasarkan divisi atau tim. Cara ini memudahkan koordinasi dan komunikasi antaranggota.
Untuk Anda yang berminat untuk memesan meja kerja custom Anda dapat memesannya di jasa custom furniture dari Arskal Interior dengan cara mengklik banner WA di bawah ini.
3.Collaboration Area
Area khusus disediakan untuk berdiskusi dan bertukar ide. Ruang ini juga dapat digunakan untuk mengerjakan proyek bersama.
4.Meeting Room
Ruang tertutup digunakan untuk rapat atau diskusi tertentu. Area ini memberikan privasi dan suasana yang lebih fokus.
5.Pantry atau Lounge
Pantry atau lounge menjadi tempat pegawai beristirahat sejenak. Area ini juga dapat digunakan untuk berinteraksi secara informal.
6.Private Room
Private room digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan ketenangan. Ruang ini juga cocok untuk aktivitas yang memerlukan privasi lebih.
Konsep open space tetap bisa dipadukan dengan ruang tertutup. Area privat dapat digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus atau privasi.
Misalnya, area kerja utama dibuat terbuka, lalu dilengkapi meeting room, phone booth, atau private room. Dengan begitu, karyawan tetap bisa berkolaborasi tanpa mengorbankan kebutuhan akan privasi.
Apakah Cocok untuk Semua Perusahaan?
Tidak selalu. Kantor open space lebih cocok untuk perusahaan yang membutuhkan komunikasi dan kolaborasi tinggi.
Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi atau privasi tetap memerlukan ruang khusus. Karena itu, penerapannya perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan kebutuhan pegawai.
Kombinasi area terbuka dan ruang tertutup bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Dengan begitu, setiap aktivitas dapat dilakukan di ruang yang paling sesuai.
Perbedaan Kantor Open Space Vs Kantor Konvensional
Kantor open space dan kantor konvensional memiliki karakteristik berbeda, terutama dari segi tata ruang dan suasana kerja. Berikut perbandingan sederhananya:
| Aspek | Kantor Open Space | Kantor Konvensional |
| Sekat | Minim | Lebih banyak |
| Komunikasi | Lebih terbuka | Lebih terbatas |
| Privasi | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Fleksibilitas | Tinggi | Cenderung lebih terbatas |
| Suasana | Terbuka dan kolaboratif | Lebih formal |
Kesimpulan
Kantor open space menawarkan ruang kerja yang lebih terbuka dengan minim sekat untuk mendukung komunikasi, kolaborasi, dan efisiensi ruang.
Konsep ini bisa menjadi pilihan menarik untuk menciptakan suasana kerja yang lebih fleksibel. Namun, open space bukan berarti semua ruang harus terbuka.
Padukan area bersama dengan ruang privat agar kebutuhan kerja dan kenyamanan pegawai tetap terpenuhi.
Untuk bisa memadukan keduanya, Anda perlu berkolaborasi dengan jasa desain interior untuk kantor andal seperti Arskal Interior.
Bersama Arskal Interior, Anda bisa mendapatkan layanan jasa partisi untuk kantor demi mendapatkan sekat sesuai konsep open space, sekaligus desain interiornya.
Sudah siap merancang kantor open space? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan Arskal Interior sekarang!
FAQ
Apa yang dimaksud dengan kantor open space?
Kantor open space adalah konsep ruang kerja terbuka yang minim penggunaan sekat permanen. Karyawan dapat bekerja dalam satu area yang sama sehingga komunikasi, kolaborasi, dan penggunaan ruang menjadi lebih fleksibel.
Apa ciri utama kantor open space?
Ciri utamanya adalah minim sekat, menggunakan area kerja bersama, memiliki layout yang mudah disesuaikan, serta menyediakan area untuk kolaborasi. Meski terbuka, kantor open space tetap bisa memiliki meeting room atau ruang privat sesuai kebutuhan.
Apa kelebihan kantor open space?
Kantor open space dapat memudahkan komunikasi dan kolaborasi antarpegawai, menghemat penggunaan ruang, serta membuat layout lebih fleksibel. Minimnya sekat juga membuat ruangan terasa lebih luas dan terbuka.
Apa kekurangan kantor open space?
Kekurangan yang paling umum adalah suasana yang lebih mudah bising, privasi yang terbatas, dan potensi gangguan konsentrasi akibat aktivitas di sekitar. Konsep ini juga kurang cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan ketenangan atau privasi tinggi.
Apakah kantor open space harus tanpa sekat?
Tidak. Kantor open space tetap bisa menggunakan sekat atau ruang tertutup untuk kebutuhan tertentu. Misalnya, area kerja utama dibuat terbuka, kemudian dilengkapi meeting room, phone booth, atau private room untuk aktivitas yang membutuhkan fokus dan privasi.
Author: Feli

